Senin, 15 September 2014

Sepiring Gado-Gado



Hari ini. Yah, hari ini. Hari ini adalah hari senin tanggal 15 September 2014. Dan pertama kali saya nulis tugas One Day One Article dari pelatihan menulis dengan hati. Harusnya aku mengumpulkan tugas ini pada jam 21.00. Udah nawar ke pak Ketu, tapi belum ada balasan. Ya sudahlah. Nyampe kostan jam 21.30, Hp udah bergetar-getar ria (gak mau membukanya karena pasti dari peserta MdH), tapi otak belum tahu harus menuliskan apa.

Dari latihan one day one article ini, sebelum memuntahkan isi otak ke dalam tulisan,  saya dapat sesuatu pelajaran. Bahwa, setiap hari adalah hari baru, setiap hari menjadi kertas putih dan manusia memiliki hak untuk mengisi kertas itu walau ia tidak tahu sampai kapan akan diberi kesempatan menulis di kertas kehidupan itu. Setiap hari yang Allah berikan pada manusia pasti dengan satu harapan, bahwa manusia itu bisa hidup lebih baik dari hari kemarin dan menuliskan kisah yang lebih baik dari waktu sebelumnya. Karena memang kesempatan waktu yang Allah berikan adalah wujud kasih sayang Allah agar manusia bisa berbuat lebih banyak kebaikan. So, bagaimana dengan hari ini yang telah aku lalui?

Pagi ini diawali oleh kemesraanku dengan kamar mandi. Omegot,,, makan apa aku malam kemarin, sampai pagi harinya harus bolak-balik kamar mandi. Tapi untunglah tidak lama. Setelah minum satu gelas teh manis panas (kata orang tua, teh dapat mengurangi frekuensi buang air ketika sakit perut) dan sepiring nasi, maka sang perut sudah tidak berorasi lagi. Lappper kali yaa si perut??? Setelah beres dengan ritual pagi (prepare sebelum berangkat kerja), maka sampailah aku di kantor.

Di kantor, rasanya masih seperti hari jum’at kemarin. Bosnya keluar, di kantor tinggalaku dan sang istri bos beserta anaknya yang berusia 1 tahun. Bolehlah aku bercanda dengan anaknya yang lagi lucu-lucunya, tapi kalau sang istri bos sudah bercerita tentang anaknya yang katanya dianiaya oleh pembantunya maka aku merasa jadi si pembantu yang menganiaya anaknya. Okelah beliau curhat tentang kekesalannya pada si pembantu karena telah membuat kaki anaknya luka kena setrika.  Tapi kalau beliau curhat sambil marah-marah,,,,,, aku merasa jadi pembantunya yang sedang dimarahin sang majikan. Pengen tutup telinga, gak sopan. Ngalihin pembicaraan, beliau malah balik lagi curhat. Kalau sudah masuk moment curhat sambil marah-marah seperti itu, jalan keluarnya hanya satu, “Bu, saya izin ke air dulu!” Maka, bereslah sudah curhatan sang istri bos (untuk sementara waktu)... heuuuu,,,, :,(

Masuk jam 14.00. Klien yang akan konsultasi jurnal datang. Seorang dosen Psikologi Unpad yang juga sedang sekolah S3. Waahhh,,,, kalau ibu ini datang ke kantor, bahkan mau berjam-jam beliau bercerita hayu-lah aku jabanin. Kenapa? Karena apa yang beliau bicarakan selalu memberikan pengetahuan baru. Pertama kali beliau konsultasi, beliau bercerita tentang ‘agama-agama’ baru yang bermuculan karena memenuhi syarat sebuah agama. Beliau berkata, “Bahkan di zaman sekarang, pertandingan sepak bola pun bisa menjadi agama.” Hwaaaauuuu,,,, berharap ibu dosen bisa di kantor sampai jam malam. Gak akan bosen deh aku dengerin beliau. Dan hari ini, di sela-sela konsultasi beliau tentang jurnalnya, beliau bercerita soal negara-negara sumber ilmu psikologi dan perbedaannya. Aku gak bakalan bosen deh mau disuruh jadi notulen sampai 24 jam juga. Heheee..... trus emang ibu dosennya gak ada pekerjaan lain? Hahaaa....

Dari beliau saya mendapat inspirasi. Pokoknya saya harus banyak membaca dan menulis. Karena, pengetahuan dan ilmu itu lebih mahal dibanding segunung harta yang dimiliki.
Jam 16.00 pulang kerja. Niatnya aku mau menyempatkan nulis. Tapi, ohh,,, teman aku yang mau nginep minta dijemput. Huuuftt.... udah semangat megang senjata (buku dan balpoin) walau belum ada ide mau nulis apa, terpaksa harus menyimpan kembali senjata ke dalam tas.
Sudah masuk maghrib, maka pekerjaan selanjutnya sudah menanti. Seorang sales dari salah satu penerbit di Bandung ngajak aku kerja sama untuk ngisi web penjualan mereka. Hmm,,,, ngobrol dengan orang yang satu ini (sales, cewek) pasti saja pembicaraan diwarnai dengan cita-cita keliling dunia, sarapan pagi di Braga, jadi haji backpacker, tawaran jalan-jalan ke Thailand yang ongkosnya cuma 1.300.000,,, dan cita-cita lain yang berbau petualangan. Bersama beliau selalu muncul satu kata, SERU! Dari beliau, aku belajar semangat dan marketing. Dari jam 19.00 pekerjaan baru beres jam 21.30. Aduh ibuuuuu,,,, tab aku udah nguk-ngek dan tak tahulah apakah tugas one day one article ini akan diterima atau tidak.

Tapi, terlapas dari diterima atau tidaknya, setelah menuliskan tulisan ini (walaupun sepertinya gak jelas alurnya), aku teringat ilmu-ilmu yang aku terima tentang menulis dari teman-temanku yang sudah sukses menjadi penulis. Dia seorang reporter dan penulis puisi aktif berkata, menulis itu harus tulus dan hati merasa senang ketika menulis. Dia, seorang dislexia yang berhasil menjadi penulis novel dan kini sedang berbadan dua berkata, untuk membiasakan menulis, tuliskanlah apapun yang ada di otak kamu. Dan, tulisan yang jelek saat ini adalah lebih bagus daripada tidak menulis sama sekali.

Maka, diujung tulisanku saat ini, terlepas apakah tugas ini kan diterima atau tidak, saya tetap bahagia karena hari ini telah menulis. Inilah gado-gado cerita yang akan terasa nikmat kalau diri mau berpikir positif atas semua kehendak Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar