“Malam
ini nonton maping video, yuk, di Gedung Sate!” Ajak Dewi, teman saya.
“Apa itu maping video?”
Tanyaku polos. Tapi sepertinya akan menarik, karena akan mengetahui sesuatu
yang baru.
“Penayangan video tapi
layarnya di dinding. Kayak layar tancep gitu lah, tapi layarnya dinding.”
“Ooo,, gitu? Kayaknya
seru tuh. Emang video apa yang nanti akan diputar?” Ku bilang dengan antusias.
“Gak tahu. Kalo dulu
aku lihat mah tentang menjaga lingkungan.”
“Hayu,, hayu,,. Jam
berapa itu?”
Yak. Hari sabtu ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat
mengadakan penayangan maping video di Gedung Sate. Katanya dalam rangka ulang tahun Kota Bandung. Ooo,,
Bandung, selamat ulang tahun buatmu. Bagaimanapun kondisi Bandung, yang membuat
aku bertahan di Bandung bukan karena kecintaanku pada Kota Bandung semata. Tapi
Bandung bagiku adalah tempat dimana aku mulai hidup dan mengenal agamaku. Ku
cinta Bandung karena Allah. Heheee.... (sepertinya
lebay amit yak?).
Malam minggu, jalan
kaki menyusuri trotoar Bandung, bercanda dengan kekawan, dan nonton maping
video. Mungkin hal ini bukanlah hal pengalaman yang luar biasa, yang membuat
orang-orang terbelalak dan sambil bengong berkata waaaahhhh,,,, Tapi bagiku jalan-jalan malam ini adalah pengalaman
baru. What??? Berapa lama di Bandung?
Hari gini baru keluar malam mingguan?
What ever-lah. Yang
penting, aku senang malam minggu ini bisa berpetualang menjejaki jejak malam.
Dewi ternyata nggak
hanya ngajak aku seorang. Dia juga ngajak teman kuliahnya. Namanya Aul. Udah
kutebak namanya pasti Aulia. Ternyata memang benar, hahaa. Kami janjian di
pusdai. Lalu berjalan kaki ke Gedung Sate. Di sini, di jalan ini, aku melihat
Bandung dengan dekat. Biasanya aku melewati jalan ini dengan nenegn Hafsoh
(motorku). Tapi malam ini aku menyusurinya dengan jalan kaki. Senangnyaaa....
Dewi yang polos dan kocak, aku yang pemalu padahal malu-maluin, Aul yang
pendiam dan benar-benar pendiam. Kami bertiga bersama sambil bercanda menyusuri
trotoar jalan Diponegoro. Hahaa...
Melihat banyak orang di
depan Gedung Sate, membuat ingatanku kembali ke masa Sekolah Dasar saat akan
nonton layar tancep. Senangnyaaa.... apa yang membuat aku senang? Yaitu
pengalaman baru. Wkwkwkkkk... menyedihkan, tujuh tahun tinggal di bandung, baru
malam ini keluar malam mingguan. Bae weeh!
Jam 20.15 video mulai
ditayangin. Ternyata videonya tentang menjaga lingkungan. Menjaga kelestarian
alam, agar alam ini terbebas dari polusi, bencana alam dan kehidupan manusia
bisa sejahtera. Aaa.... bagus! Tapi yang membuat aku terpukau bukan soal cerita
dalam videonya. Melainkan bentuk penayangannya. Bagus syekaleeeee,,,,,!!!!
Bagian depan Gedung Sate dibuat layar, dan animasinya baggggus sekali! Bisa yah
manusia berpikir sekeren itu. Bentuk animasinya disesuaikan dengan bentuk
bagian depan Gedung Sate yang bertingkat, ada genteng di depannya dan
jendela-jendela. Sebelum videonya dimulai, pembukaannya dengan memainkan cahaya
yang mewarnai bagian depan Gedung Sate. Waaahhh,,,, Gedung Sate dengan lukisan
cahaya itu sungguh menjadi keren!!!!!
Acara malam ini ditutup
denganpesta kembang api. Tapppi, sayang banget, aku gak nonton sampe selesai.
Pesta kembang api juga cuma bisa lihat kembang api di balik dedaunan, karena
Aul, teman baruku itu, katanya perutnya sakit dan menghabiskan acara malam ini
dengan menunggui dia di depan toilet. Hahahaaa,,,, ada-ada gajah! Tapi, tak
apalah. Dapat teman baru saja sudah membuat aku senang.... salam kenal teh Aul!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar