Rabu, 10 September 2014

Saat Aku Bosan, maka Kau Beri Aku Sakit untuk Istirahat dan Menata Ulang Niat.

(Panjang banget judulnya....)

Ada masa dimana aku bosan dengan semua aktivitas yang kulakukan. Kerja di kantoran (padahal dulu aku do'anya ingin kerja di kantoran. Walau kuliah di jurusan Kependidikan, tapi sepertinya jiwa guru tertolak didiriku). Menulis, membaca. Di bazar buku kemarin, aku membeli tiga buku yang aku butuhkan. tapi sampai saat ini belum satu pun buku yang kau bereskan. Iyalahh... orang buku yang aku beli buku api sejarah 1 dan 2. Belinya tanggal 31 Agustus kemarin. Tapi,,, semangat membeli dan membaca waktu itu sirna dalam sekejap kala bosan melanda. Akhirnya, sementara waktu, pada kedua buku itu, aku lambaikan satu tangan, dadaaaahhhh,,,,, aku sedang tidak mau memegang kalian berdua. Hanya satu buku yang masih mau aku buka dalam kondisi bosan seperti ini. Buku Gong Travelling. Haaa,,,, aku ingin jalan-jalan keliling Asia seperti yang waktu itu Gol A. Gong lakukan. 

Di jalan dalam perjalanan ke tempat kerja, dengan malas dan berat hati terlintas sebuah keingingan. Seandainya aku sakit, mungkin aku bisa beristirahat dari semua kejenuhan aktivitas ini. Siang hari, aku bisa gulang guling di atas kasur. Merasakan waktu yang berjalan seolah milikki sendiri, dan nonton film dengan asyiknya. Dan Allah memang Maha Mendengar dan Maha Berkehendak. Maka, di ambang rasa bosan itu, makan pun telat. Efeknya, tentulah perutku protes dan mulai melakukan orasi. Sakitlah si aku ini. Setelah ke dokter, siang diisi oleh gulang guling di atas kasur, tidur disiang bolong, nonton film dengan dalih agar sakitnya tidak keingetan terus. Waktu yang kulalui seolah milikku. Senangnyaaaaa......!!!!! Bebas dari kantor, buku-buku, ichhh,,,, menajuh dulu lah!

Tapi, kondisi ini tetap saja tidak bisa berlangsung lama. Seolah Allah cuma memberiktahat waktu istirahat hanya satu hari saja. Karena setelah satu hari dilalui oleh keadaan istirahat, sesosok malaikat tiba-tiba mampir di otakku dan mengatakan, "Ingat, waktu yang kamu gunakan bukan seutuhnya milikmu. Ingat, waktu mu telah tergadaikan untuk melakukan ibadah." Oh...God! Seandainya malaikat itu datang setelah beberapa hari aku istirahat dan merasakan kenikmatan hidup di dunia. Tapi,,, itulah lonceng peringatan dari Allah. Jenuh dan capek dengan segala aktivitas, maka Allah memberi kesempatan untuk istirahat. Tapi hanya sekejap. Ya, cuma sekejap. Setelah waktu istirahat itu selesai, aku kembali harus menata ulang niat, menata ulang jadwal aktivitas bila masih merasakan bosan dengan aktivitas yang semula, merencanakan perubahan jadwal baca dan nulis, atau mungkin merencanakan untuk merubah kebiasaan. Yang pasti, semangat untuk menjalani hidup harus terus menyala dan hidup harus terus berjalan.

So, terima kasih Allah atas sekejap waktu yang Kau berikan hingga aku bisa bersemedi (berisitrahat) sekejap dan meng-up grade niat, kebiasaan dan jaln hidupku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar