Senin, 22 September 2014

Menikah, Bisnis jadi Fokus???



Senin, 22/9/2014

Bangun tidur aku langsung buka FB, mencari kata-kata untuk memotivasi diri dan kalau bisa memotivasi orang lain juga. Senin, sudah terbayang hari pertama kerja di satu minggu, semangat sedang menaik, tapi kemacetan terminal Cicaheum sempat menggoyangkan semangat pagi ini. Ahh,,, hal yang tidak kita sukai, kenapa harus dihindari? Bukankah Allah selalu punya rencana untuk semua yang terjadi pada kita?

Tiba di kantor jam 8.08. wak wawww, kantro masih sepi. Penghuni tetap kantor saat ini masih empat orang, karena katanya usahanya sedang dalam masa pengembangan setelah tahun kemarin  masa marintis. Sampe jam 9.00 belum satu pun orang yang nongol di kantor, padahal jam masuk kantor adalah jam 8.00. rajin banget gue sendirian di kantor. Udah gak ada jurnal yang harus digarap lagi. Tapi jam 9.30 sang Direktur datang. Huuuftt.... akhirnya, masa menajandaku (sendirian di kantor) berakhir juga.

Seminggu lima hari hidup di kantor dari jam 8.00 sampe jam 16.00 selalu ada cerita yang menarik di setiap harinya. Dan cerita hari ini adalah tentang motivasi bisnis dari sang Direktur.

Pembicaraan soal bisnis bermula dari pertanyaan Pak Direktur, “Teh Irma, sebelumnya pernah bisnis?” Aku jawab aja apa adanya. Intinya selama masa kuliah pernah bisnis. Tapi gak ada yang berlanjut. Sharing bisnis dari Pak Direktur yang latar belakang S1-nya manajemen bisnis pun tak terelakkan lagi. Direkturnya memang senang bisnis. Dan dari sekian banyak pembicaraan, pelajaran baru tentang bisnis yang saya temukan dari sang suhu perusahaan adalah bahwa katanya hal yang paling bisa membuat kita fokus menjalankan bisnis adalah dengan menikah. Karena dengan menikah seseorang akan bertambah tanggung jawab dan pada akhirnya akan fokus pada pekerjaannya walaupun cuma punya satu jam untuk melakukan satu hal. Katanya banyak pebisnis muda yang berhasil setelah mereka menikah muda. Di usia 21,22, banyak yang sudah menikah dan kondisi bisnisnya pun mengalami perkembangan yang bagus. MENIKAH!!!

Benarkah karena itu???

Bagiku, keberhasilan atau kegagalan adalah sebuah takdir yang telah Allah gariskan. Perbuatan kita adalah jalan menuju keberhasilan dan kegagalan tersebut. Mungkin menikah bisa menjadi salah satu jalan. Tapi adalah salah satu, bukan satau-satunya jalan. Bagiku, rizki, jodoh dan kematian adalah hal yang telah ada garis takdirnya dan Allah selalu Memberikan dan Menghendaki hal-hal yang baik bagi hamba-Nya.

 

Furniture, Baru Ide



Minggu, 21/9/2014



Karena sebuah urusan, pagi iniaku harus ikut teman ke rumah temannya teman di daerah Katapang. Heeuuu,,,, padahal agenda hari ini adalah cuci baju. Cuci baju, sengaja dimasukkan dalam agenda kegiatan hari ini karena baju-baju yang ada di eksel telah banyak yang berpindah ke bak cucian. Dan kalau tidak mencuci hari ini berarti besok hari senin aku kerja pakai baju pinjaman pada teman. Tapi, apa mau dikata. Sepertinya temanku itu sangat membutuhkan bantuanku uttuk ke rumah temannya. Yo wes lah,,, daripada dia nangis dan minta balon??? Gak banget!!! (padahal gak mungkin, hahaaa).

Tapi, memang tak pernah ada kejadian yang sia-sia. Orang tua temannya teman punya usaha matrial, bikin kusen rumah. Rumahnya sudah sangat baguslah dibanding rumah-rumah tetangganya. Toiletnya aja udah pakai toilet duduk. Sepertinya berbeda banget denagan kondisi rumah yang ada di samping kiri kanan dan depan belakang rumahnya. Balik lagi ke kejadian yang gak sia-sia.

Walau agenda ke rumah temannya teman ini tiba-tiba, tapi dari rumah itu aku menemukan ide bisnis. Orang tua temannya teman itu memiliki usaha matrial. Melihat usaha mereka, aku jadi ingat pada usaha orang tuaku. Lalu sambil nunggu temanku menyelesaikan urusannya dengan temannya, aku ngobrol aja sama mamanya temannya temanku itu (panjang banget keterangan orangnya?). ngobrol dengan beliau, memberikan sebuah ide usaha untuk jualan kusen juga. Bahkan furniture mungki? Karena di kampung halamansana orang tuaku memiliki bisnis produksi mebel. Jadi mengapa aku gak kembangkan usaha orang tuaku di Bandung ini? Kan bisnis properti sekarang sedang ramai.

Di perjalanan pulang dari Katapang, sambil duduk di dalam angkot yang ngisinya cuma aku dan kedua temanku, sesekali aku memikirkan cara bisnis usaha furniture di Bandung. Bahkan aku diskusikan dengan kedua temanku ini. Hasilnya,,, ide bisnis furniture baru sebatas ide bisnis. Untuk merealisasikannya aku belum tahu bagaimana caranya.
Ooohhh,,, berharap Allah mengirimkan seseorang untuk memberikan jalan untuk ide bisnis ini. Biar tak semata jadi ide. Hope Allah, pake bingits...

Malam Mingguan



 “Malam  ini nonton maping video, yuk, di Gedung Sate!” Ajak Dewi, teman saya.
“Apa itu maping video?” Tanyaku polos. Tapi sepertinya akan menarik, karena akan mengetahui sesuatu yang baru.
“Penayangan video tapi layarnya di dinding. Kayak layar tancep gitu lah, tapi layarnya dinding.”
“Ooo,, gitu? Kayaknya seru tuh. Emang video apa yang nanti akan diputar?” Ku bilang dengan antusias.
“Gak tahu. Kalo dulu aku lihat mah tentang menjaga lingkungan.”
“Hayu,, hayu,,. Jam berapa itu?”
Yak.  Hari sabtu ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengadakan penayangan maping video di Gedung Sate. Katanya dalam  rangka ulang tahun Kota Bandung. Ooo,, Bandung, selamat ulang tahun buatmu. Bagaimanapun kondisi Bandung, yang membuat aku bertahan di Bandung bukan karena kecintaanku pada Kota Bandung semata. Tapi Bandung bagiku adalah tempat dimana aku mulai hidup dan mengenal agamaku. Ku cinta Bandung karena Allah. Heheee.... (sepertinya lebay amit yak?).
Malam minggu, jalan kaki menyusuri trotoar Bandung, bercanda dengan kekawan, dan nonton maping video. Mungkin hal ini bukanlah hal pengalaman yang luar biasa, yang membuat orang-orang terbelalak dan sambil bengong berkata waaaahhhh,,,, Tapi bagiku jalan-jalan malam ini adalah pengalaman baru. What??? Berapa lama di Bandung? Hari gini baru keluar malam mingguan?

What ever-lah. Yang penting, aku senang malam minggu ini bisa berpetualang menjejaki jejak malam.
Dewi ternyata nggak hanya ngajak aku seorang. Dia juga ngajak teman kuliahnya. Namanya Aul. Udah kutebak namanya pasti Aulia. Ternyata memang benar, hahaa. Kami janjian di pusdai. Lalu berjalan kaki ke Gedung Sate. Di sini, di jalan ini, aku melihat Bandung dengan dekat. Biasanya aku melewati jalan ini dengan nenegn Hafsoh (motorku). Tapi malam ini aku menyusurinya dengan jalan kaki. Senangnyaaa.... 

Dewi yang polos dan kocak, aku yang pemalu padahal malu-maluin, Aul yang pendiam dan benar-benar pendiam. Kami bertiga bersama sambil bercanda menyusuri trotoar jalan Diponegoro. Hahaa...
Melihat banyak orang di depan Gedung Sate, membuat ingatanku kembali ke masa Sekolah Dasar saat akan nonton layar tancep. Senangnyaaa.... apa yang membuat aku senang? Yaitu pengalaman baru. Wkwkwkkkk... menyedihkan, tujuh tahun tinggal di bandung, baru malam ini keluar malam mingguan. Bae weeh!

Jam 20.15 video mulai ditayangin. Ternyata videonya tentang menjaga lingkungan. Menjaga kelestarian alam, agar alam ini terbebas dari polusi, bencana alam dan kehidupan manusia bisa sejahtera. Aaa.... bagus! Tapi yang membuat aku terpukau bukan soal cerita dalam videonya. Melainkan bentuk penayangannya. Bagus syekaleeeee,,,,,!!!! Bagian depan Gedung Sate dibuat layar, dan animasinya baggggus sekali! Bisa yah manusia berpikir sekeren itu. Bentuk animasinya disesuaikan dengan bentuk bagian depan Gedung Sate yang bertingkat, ada genteng di depannya dan jendela-jendela. Sebelum videonya dimulai, pembukaannya dengan memainkan cahaya yang mewarnai bagian depan Gedung Sate. Waaahhh,,,, Gedung Sate dengan lukisan cahaya itu sungguh menjadi keren!!!!!  

Acara malam ini ditutup denganpesta kembang api. Tapppi, sayang banget, aku gak nonton sampe selesai. Pesta kembang api juga cuma bisa lihat kembang api di balik dedaunan, karena Aul, teman baruku itu, katanya perutnya sakit dan menghabiskan acara malam ini dengan menunggui dia di depan toilet. Hahahaaa,,,, ada-ada gajah! Tapi, tak apalah. Dapat teman baru saja sudah membuat aku senang.... salam kenal teh Aul!