Minggu, 13 April 2014

Pelamar Kerja

Ngeprint surat lamaran, CV, motocopy berlembar-lembar kertas yang berhubungan dengan perangkat lamaran pekerjaan. Masukin lamaran ke sana sini, membenruk harapan ini itu, menguatkan pengharapan pada Allah. Bismillah,,, Allahush shomad,,, laahaula walaakuwwata illabillah.
Interview. Degdegan ngisi data diri, kadang harus berucap Allahu Akbar berkali-kali saat melihat sesama pencari kerja atau saat melihat para karyawan yang menangani para pelamar kerja.
Itulah,,,, kesan-kesan agenda mencari kerja hari ini. Keren!!!! Sebuah pengalaman baru tentang seorang pencari kerja.
Tapi, aaahhhh,,,,, pengharapan seutuhnya hanya pada Sang Mah Pengatur yang lebih tahu mana yang terbaik bagiku. Agenda ini bukan semata proses untuk mencari uang, tapi lebih dari itu. Pengharapanku hanya satu, mendapatkan pekerjaan yang baik untuk dunia dan akhiratku.

Allahu Akbar,,, Allahush shomad.

Jumat, 11 April 2014

Mulai Dewasaaa,,,, (harapan).

Tindakan kekanak-kanakan,,,, seharusnya mulai aku hapus dalam diri. Mengingat takdir berawal dari karakter. Karakter dari kebiasaan. Kebiasaan dari tindakan. Tindakan dari pikiran. Pikiran dari perasaan. So, secara tidak langsung, secara sunnatullah takdir berakar dari perasaan, pikiran.
Kenapa harus merubah?
Karena pohon tempat aku bersandar selama ini akan dimiliki orang lain. Dan orang lain itu yang akan menjadi penjaganya, pemeliharanya dan pohon itu pun pada akhirnya harus berserah padanya.

Dewasa????? Aaaa,,,,, seperti apa itu dewasa? Tak terpikirkan, tapi usia, lingkungan menuntutku untuk  menjalankannya.
Dewasa yang seperti apa?
Minimalnya dewasa secara pemahaman, secara akal, secara iman. Bagaimana diri bisa melangkah dan melewati berbagai peristiwa dengan kendaraan iman. Minimalnya, iman mampu menjadikan diri bersandar, berharap, memohon hanya pada Allah semata. Allah-lah tempat mengadu segala keluh, kesah, bimbang, duka dan bahagia. Allahush shomad. Sehingga, tanpa satu pun orang di sisi, diri tetap tegar, berdiri dan berjalan dengan keyakinan.

Memulaikah?????
Baiklah. Memulai dari bismillah. Lalu mencari pekerjaan. Luangkan waktu buat nulis. Pekerjaan tetap saya adalah menulis. Pekerjaan lainnya adalah sampingan. Ijazah???
Heuuu,,,, sebenarnya tak ada ijazah dalam pikiranku. Yang ada hanya menulis. Soal itu, baiklah lihat nanti saja. Kalau peruut sudah bisa diajak kompromi soal skripsi, baru aku kerjakan.

(Soal perut dan skripsi, perut aku suka perih kalau sudah menghadapi skripsi. Lambung saya Katanga sudah luka. Perut saya gak bisa Nathan beban pikiran. Pusing memikirkan sesuatu, mulai asam lambung naik. Perut sakit. Dan, stoppp,,, pekerjaan dihentikan sampai perut mau berkompromi. Nantilah saya bercerita tentang keunikan perut saya).

Yang pasti saat ini, aku harus mulai merubah haluan hati. Fokusku, hanya action, action dan action. Biarkan hati shaum dulu. Tugas hati hanya berjalan sesuai dengan ayat-ayat Allah.

Kamis, 10 April 2014

Kala Galau Menghampiri

Apa kabar jalan cerita hidupku selanjutnya? Sidang S1 telah berlalu sebulan lalu. Revisi belum dikerjakan sedikitpun. Sungguh, gak ada sedikitpun motivasi untuk mengerjakan revisi. Resikonya, mungkin ijazahku akan ditahan pas wisuda 16 April rabu depan. Bahkan mungkin, omelan ketua prodi siap-siap menggerayangi lubang telingaku menjelang, saat atau setelah wisuda nanti.

Beres sidang, revisi tanpa motivasi, ijazah ditahan (mungkin), semangat kerja pun gak ada. Yang ada di otakku cuma dua hal, penulis dan wirausaha. Tapi,,, darimana aku akan mendapat uang untuk modal hidup selama belum dapat uang dari nulis dan sebelum memiliki untung dari wirausaha? Padahal wirausaha aja belum.

So, bagaimana kehidupanku selanjutnya?
Inilah aku yang sedang galau dalam menentukan rencana ke depan.

Aku kenal watak aku adalah tipikal yang mudah bosan. Gak bisa disuruh-suruh. Senang membuat aturan atau alur yang berbeda dengan kondisi normal orang-orang. Keukeuh,,, kalau sudah gak mau, ya udah gak mau. Kalau dipaksakanpun seluruh anggota tubuh akan memberikan reaksi yang negatif. Pada akhirnya, tubuhku ngedrop. Sakit!!! Tapi kalau suka, hujan badai petir dor dar pun aku jabanin. Bahkan sampai badan ngedrop tak memiliki tenaga sama sekali, pasti aku jabanin.

Heiiii,,,,, lalu bagaimana aku akan menjalani kehidupan esokku?
aku cuma ingin jadi penulis terkenal yang tulisannya mampu menjadi motivator, inspirator bagi para pembacanya  dan jadi seorang wirausaha sukses. Itu saja kok. Gak muluk-mulukkan? Bukan jadi astronot atau jadi bagian dari IMF. Bukan, bukan itu. Hanya penulis terkenal dan berpengaruh dan  wirausaha sukses.

Lalu, selama cita-cita itu belum terlaksana, bagaimana aku bisa mendapat uang untuk sehari-hariku saat ini????