Kamis, 23 April 2015

Tentang Pohon...



Lihatlah pohon yang menjulang tinggi ke langtit!

Apa yang membuat dia bisa memiliki kekuatan untuk terus meninggi? Padahal semakin ia tumbuh tinggi angin yang meniupnya akan semakin kencang. Semakin meninggi, resiko untuk tumbang karena tertiup angin semakin tinggi. Tapi bagaimana ia bisa tumbuh menjulang ke langit? Melewati berbagai tiupan angin yang menerpanya. Menjadi tempat berteduh bagi sebagian orang. Bahkan mungkin menjadi tempat penghidupan untuk orang-orang tertentu. Apa yang membuatnya bisa bertahan untuk terus meninggi????
Berkaitan dengan ilmu pengetahuan, yang membuat pohon bisa kuat untuk semakin meninggi adalah karena akarnya yang kuat. Semakin kuat akar, maka ia bisa tumbuh semakin tinggi. Bisa juga semakin berkembang. Pohon yang kuat dan meninggi selalu memiliki akar yang kuat menancap ke bumi. Batang akarnya pun besar-besar. Bahkan bisa jadi sebesar bagian-bagian tubuh manusia. Akar pohon beringin yang sudah meninggi berbeda sekali dengan akar alang-alang. Atau akar pohon pisang.

Maka, begitu pula halnya dengan kekuatan sebagian manusia dalam bertahan memperjuangkan kehidupannya. Semakin dewasa seseorang, maka masalah akan semakin tinggi. Semakin tinggi jabatan seseorang maka persoalan hidup semakin kompleks. Semakin besar seseorang masalah pun akan semakin besar. Dan semakin kuat iman seseorang, masalah pun akan semakin senang mengujinya.

Jika melihat sejarah, apa yang membuat seseorang bisa kuat mempertahankan perjuangannya? Tak peduli seberapa kuat masalah yang ia hadapi. Tak peduli seberapa besar pengorbanan yang harus dia lakukan. Tak peduli seberapa besar rasa sakit yang harus ia terima. Nazi mampu memperkirakan seberapa besar masalah yang akan ia hadapi. Tapi dengan berpegang pada cita-cita dia, dia mampu melewati semua permasalahannya itu.  

Atau,,, mari berkaca pada kegigihan dan kekuatan mental para sahabat rasul dan orang-orang yang memperjuangkan risalah rasul...

Seberapa berat ujian yang harus diterima Bilal bin Rabbah, ia tetap gigih mempertahankan keyakinannya. Atau seberapa kurangnya materi/penghidupan Mush’aib bin Umair setelah diusir oleh ibunya, ia tetap kuat membela keyakinannya. Atau katakan saja, seberapa besar pengorbanan yang harus dilakukan oleh AbuBakar, ia tak pernah mempedulikannya dan tetap berpegang pada nilai-nilai yang ia yakini serta kokoh berdiri di atas jalan yang ia yakini.

Apa yang membuat mereka bisa seperti itu???

Belajar dari pohon, bahwa yang membuat pohon bisa kuat dan menjulang tinggi adalah kekuatan akarnya menancap ke bumi atau tanah. Batang bisa saja besar. Daun bisa saja lebat. Buah bisa saja banyak dan segar. Tapi semua itu tidak menjadi kekuatan untuk menjaga pohon terus menjulang tinggi. Batang besar yang berada tepat di atas tanah, bukan menjadi kekuatan utama dalam menyangga pertumbuhan pohon yang semakin meninggi. Yang membuatnya kuat adalah akar yang menancap ke bumi yang terus membesar, menguat dan mengeras. Tak peduli bagian yang berada di atas tanah bertumbuh semakin besar atau sekencang apa angin meniupnya. Yang menjadi kekuatan terbesar adalah akarnya. Jika akar memiliki mata, mungkin ia tak bisa melihat sekeras apa angin meniup bagian atas pohon. Ia tak bisa melihat sebanyak apa daun dan buah yang beresiko jatuh ketika angin meniupnya. Yang ia lihat adalah seberapa dalam tanah yang harus ia gali untuk memperkuat batang dan buahnya.  

Dan seperti itu juga hidup dengan semua permasalahannya...

Dulu, aku sering berpikir, bagaimana seseorang bisa kuat dalam menjalani hidup. Bagaimana para sahabat rasul bisa mempetahankan keyakinannya di tengah intimidasi orang-orang jahiliah. Bagaimana ia bisa tidak mempedulikan rasa sakit dari siksaan demi siksaan yang mereka dapatkan. Bagaimana para nabi bisa memiliki kekuatan menghadapi para pemimpn dzalim dan bertahan dengan semua ujian yang sampai kepada mereka. Intinya bagaimana seseorang bisa menjadi besar dengan segala permsalahan, kesakitan dan pengorbanan yang mereka alami.

Sekarang aku tahu jawabannya...

Kekuatan itu berasal dari kekuatan mereka berpegang teguh pada keyakinan/keimanan mereka. Mereka tak pernah melihat/peduli seberapa besar permasalahan yang harus mereka hadapi. Mereka tak pernah gentar menghadapi segala dinamika yang datang pada mereka. Bisa dikatakan, mereka tak memilikirasa takut dan gentar.

Yah... mereka seperti  itu. Bahkan Allah pun melarang seseorang bermental lemah dengan seberapa besar pun ujian yang para mukmin hadapi. Kenapa harus seperti itu????
Karena kekuatan itu berasal dari Allah...

Semakin tinggi seseorang, yang harus semakin kuat adalah keyakinan mereka pada Allah. Semakin banyak tugas yang didapatkan, akan membuat permasalahan semakin kompleks. Tapi keimananlah yang bisa membuatnya semakin kuat dan kokoh menjali segala dinamika yang menimpanya.

Allah pemilik segala kekuatan. Allah sekuat-kuat tempat berlindung. Da aku mah apa atuh. Tanpa kekuatan untuk bergantung pada Allah, kekuatan manusia itu sangat rapuh. Tak peduli seberapa kuat ia, seberapa hebat mereka, tetap saja jika Allah telah menghendaki kehancuran mereka, merek atak mampu mempertahankan kekuatan mereka. Sekuat apapun Fir’aun dengan kekuasaannya, jika Allah telah Menghendaki ia jatuh dan meninggal, tak ada satu kekuatan pun yang bisa melindunginya dari kehancuran dan kematian.

Merasa kuat pada kekuatan diri, pada akhirnya akan menimbulkan sikap angkuh atau tidak mau mendengarkan pendapat orang lain. Berpegang kuat pada kekuatan orang lain, tak bisa menjamin ia tetap kuat saat orang yang ia jadikan sumber kekkuatan tak bersamanya lagi. Jadi, pegangan yang kuat, hanya pegangan pada Allah saja, bukan?

Semakin tinggi pohon, akar pun harus semakin kuat.

Semakin tinggi usia/kedewasaan, maka kekuatan keyakinan pada Allah-lah yang seharusnya diperkuat. Bukan kekuatan pada diri sendiri atau kekuatan dari orang lain.

***

Ya Allah,,, tanpa-Mu aku bukanlah butiran debu, tapi aku tidak ada dan bukan apa-apa...

Bandung, 24 April 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar