Lihatlah
pohon yang menjulang tinggi ke langtit!
Apa
yang membuat dia bisa memiliki kekuatan untuk terus meninggi? Padahal semakin
ia tumbuh tinggi angin yang meniupnya akan semakin kencang. Semakin meninggi,
resiko untuk tumbang karena tertiup angin semakin tinggi. Tapi bagaimana ia
bisa tumbuh menjulang ke langit? Melewati berbagai tiupan angin yang
menerpanya. Menjadi tempat berteduh bagi sebagian orang. Bahkan mungkin menjadi
tempat penghidupan untuk orang-orang tertentu. Apa yang membuatnya bisa
bertahan untuk terus meninggi????
Berkaitan
dengan ilmu pengetahuan, yang membuat pohon bisa kuat untuk semakin meninggi
adalah karena akarnya yang kuat. Semakin kuat akar, maka ia bisa tumbuh semakin
tinggi. Bisa juga semakin berkembang. Pohon yang kuat dan meninggi selalu
memiliki akar yang kuat menancap ke bumi. Batang akarnya pun besar-besar. Bahkan
bisa jadi sebesar bagian-bagian tubuh manusia. Akar pohon beringin yang sudah
meninggi berbeda sekali dengan akar alang-alang. Atau akar pohon pisang.
Maka, begitu
pula halnya dengan kekuatan sebagian manusia dalam bertahan memperjuangkan
kehidupannya. Semakin dewasa seseorang, maka masalah akan semakin tinggi. Semakin
tinggi jabatan seseorang maka persoalan hidup semakin kompleks. Semakin besar
seseorang masalah pun akan semakin besar. Dan semakin kuat iman seseorang,
masalah pun akan semakin senang mengujinya.
Jika
melihat sejarah, apa yang membuat seseorang bisa kuat mempertahankan
perjuangannya? Tak peduli seberapa kuat masalah yang ia hadapi. Tak peduli
seberapa besar pengorbanan yang harus dia lakukan. Tak peduli seberapa besar
rasa sakit yang harus ia terima. Nazi mampu memperkirakan seberapa besar
masalah yang akan ia hadapi. Tapi dengan berpegang pada cita-cita dia, dia
mampu melewati semua permasalahannya itu.
Atau,,,
mari berkaca pada kegigihan dan kekuatan mental para sahabat rasul dan
orang-orang yang memperjuangkan risalah rasul...
Seberapa
berat ujian yang harus diterima Bilal bin Rabbah, ia tetap gigih mempertahankan
keyakinannya. Atau seberapa kurangnya materi/penghidupan Mush’aib bin Umair
setelah diusir oleh ibunya, ia tetap kuat membela keyakinannya. Atau katakan
saja, seberapa besar pengorbanan yang harus dilakukan oleh AbuBakar, ia tak
pernah mempedulikannya dan tetap berpegang pada nilai-nilai yang ia yakini
serta kokoh berdiri di atas jalan yang ia yakini.
Apa
yang membuat mereka bisa seperti itu???
Belajar
dari pohon, bahwa yang membuat pohon bisa kuat dan menjulang tinggi adalah
kekuatan akarnya menancap ke bumi atau tanah. Batang bisa saja besar. Daun bisa
saja lebat. Buah bisa saja banyak dan segar. Tapi semua itu tidak menjadi
kekuatan untuk menjaga pohon terus menjulang tinggi. Batang besar yang berada
tepat di atas tanah, bukan menjadi kekuatan utama dalam menyangga pertumbuhan
pohon yang semakin meninggi. Yang membuatnya kuat adalah akar yang menancap ke
bumi yang terus membesar, menguat dan mengeras. Tak peduli bagian yang berada
di atas tanah bertumbuh semakin besar atau sekencang apa angin meniupnya. Yang menjadi
kekuatan terbesar adalah akarnya. Jika akar memiliki mata, mungkin ia tak bisa
melihat sekeras apa angin meniup bagian atas pohon. Ia tak bisa melihat
sebanyak apa daun dan buah yang beresiko jatuh ketika angin meniupnya. Yang ia
lihat adalah seberapa dalam tanah yang harus ia gali untuk memperkuat batang
dan buahnya.
Dan
seperti itu juga hidup dengan semua permasalahannya...
Dulu,
aku sering berpikir, bagaimana seseorang bisa kuat dalam menjalani hidup. Bagaimana
para sahabat rasul bisa mempetahankan keyakinannya di tengah intimidasi
orang-orang jahiliah. Bagaimana ia bisa tidak mempedulikan rasa sakit dari
siksaan demi siksaan yang mereka dapatkan. Bagaimana para nabi bisa memiliki
kekuatan menghadapi para pemimpn dzalim dan bertahan dengan semua ujian yang
sampai kepada mereka. Intinya bagaimana seseorang bisa menjadi besar dengan
segala permsalahan, kesakitan dan pengorbanan yang mereka alami.
Sekarang
aku tahu jawabannya...
Kekuatan
itu berasal dari kekuatan mereka berpegang teguh pada keyakinan/keimanan
mereka. Mereka tak pernah melihat/peduli seberapa besar permasalahan yang harus
mereka hadapi. Mereka tak pernah gentar menghadapi segala dinamika yang datang
pada mereka. Bisa dikatakan, mereka tak memilikirasa takut dan gentar.
Yah...
mereka seperti itu. Bahkan Allah pun
melarang seseorang bermental lemah dengan seberapa besar pun ujian yang para
mukmin hadapi. Kenapa harus seperti itu????
Karena
kekuatan itu berasal dari Allah...
Semakin
tinggi seseorang, yang harus semakin kuat adalah keyakinan mereka pada Allah. Semakin
banyak tugas yang didapatkan, akan membuat permasalahan semakin kompleks. Tapi keimananlah
yang bisa membuatnya semakin kuat dan kokoh menjali segala dinamika yang
menimpanya.
Allah
pemilik segala kekuatan. Allah sekuat-kuat tempat berlindung. Da aku mah apa
atuh. Tanpa kekuatan untuk bergantung pada Allah, kekuatan manusia itu sangat
rapuh. Tak peduli seberapa kuat ia, seberapa hebat mereka, tetap saja jika
Allah telah menghendaki kehancuran mereka, merek atak mampu mempertahankan
kekuatan mereka. Sekuat apapun Fir’aun dengan kekuasaannya, jika Allah telah
Menghendaki ia jatuh dan meninggal, tak ada satu kekuatan pun yang bisa
melindunginya dari kehancuran dan kematian.
Merasa
kuat pada kekuatan diri, pada akhirnya akan menimbulkan sikap angkuh atau tidak
mau mendengarkan pendapat orang lain. Berpegang kuat pada kekuatan orang lain,
tak bisa menjamin ia tetap kuat saat orang yang ia jadikan sumber kekkuatan tak
bersamanya lagi. Jadi, pegangan yang kuat, hanya pegangan pada Allah saja,
bukan?
Semakin
tinggi pohon, akar pun harus semakin kuat.
Semakin
tinggi usia/kedewasaan, maka kekuatan keyakinan pada Allah-lah yang seharusnya
diperkuat. Bukan kekuatan pada diri sendiri atau kekuatan dari orang lain.
***
Ya Allah,,, tanpa-Mu aku bukanlah
butiran debu, tapi aku tidak ada dan bukan apa-apa...
Bandung, 24 April 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar