Kamis, 23 April 2015

Disfungsi Telinga



Alhamdulillah... merasakan salah satu organ tubuh yang tida berfungis, yaitu telinga. Dari sejak hari rabu kemarin telingaku terasa sakit, berdengung dan terkadang tidak bisa mendengar dengan jelas. Efek lainnya adalah kepala sakit, hidung meler dan sakit menelan. Alhamdulillah,,, dengan disfungsi salah satu telinga ini kembali diingatkan bahwa betapa nikmat Allah pada setiap diri manusia sangat besar. Telinga yang seolah organ kecil, tapi fungsinya tidak kalah penting dari jantung atau paru-paru.  

Sangatlah tidak mengherankan kalau Allah berkali-kali bertanya, maka nikmat-Ku yang mana lagi yang akan kamu dustakan? Iya, karena memang banyak nikmat Allah yang telah Allah berikan pada manusia, dari mulai hal terkecil sampai hal yang paling besar. Dari kenikmatan mencium sampai kenikmatan cahaya matahari yang sangat berharga. Namun banyak manusia menggunakan kenikmatan itu untuk mendustakan Allah. Mendustakan dalam artian tidak mau menjalankan perintah Allah. Padahal Allah Memberikan berbagai kenikmatan itu agar manusia bisa menjalankan semua Perintah Allah dan menjauhi semua larangan Allah. Seorang bos memberikan bergam fasilitas hidup pada karyawannya tentu dengan harapan agar karyawannya bisa fokus dalam menjalankan tugasnya. Bukan fokus menggunakan beragam fasilitas yang diberikan padanya. Apalagi menggunakan beragam fasilitas itu untuk menjatuhkan atau menghina bosnya.

Subhanallah... sakit memang terasa sakit telinga ini. Tapi dibalik rasa sakit itu juga ada pelajaran yang sangat berharga. Satu pelajaran lagi, bahwa ternyata organ-organ tubuh ini telah menjadi satu kesatuan yang saling berpengaruh. Terjadinya disfungsi pada salah satu organ, akibatnya mengganggu fungsi organ lainnya. Semua organ dirancang agar saling berkaitan satu sama lainnya. Saling menguatkan atau saling melemahkan. Siapa yang bisa menciptakan sistem kerja dalam tubuh manusia secanggih ini? Atau katakan saja sistem dalam tubuh ini tak ada yang menciptakan, terjadi begitu saja. Tapi kenapa bisa sampai secanggih itu, bisa sedetail itu, bisa sehebat itu hasinya? Apakah seorang anak yang cerdas tiba-tiba saja ada tanpa dilahirkan oleh ibunya???

MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMAN-NYA..

Kamis, 23 April 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar