Senin, 15 Februari 2016

Privatisasi Oksigen di Alam


Ke BEC? Itu sudah hal yang biasa. Walaupun BEC memiliki gedung baru dan koord bisnis yang baru tapi tetap saja aku sudah pernah memasuki semua hal yang baru itu. Jadi kalau berbicara BEC, seharusnya tak ada yang baru. BEC hanya sebuah mall yang di dalamnya banyak penjual gadget, cafe, resto juga beberapa super market. Betulkan???

Tapi, selalu tak ada kejadian yang tak memiliki maksud apapun. Setiap kejadian pasti mengandung tujuan dan hikmah. Walau kita sebatas bangun tidur pun, ada hikmah di balik itu. Apa yang kawan rasakan saat bangun tidur? Semangat baru? Badan segar? Semangat loyo? Atau badan pegal-pegal??? Padahal tujuan awal Allah membuat kita tertidur adalah agar kita bida beristirahat dari segala rutinitas kehidupan sehari-hari. Betapa tidak? Saat tidur malam, beberapa organ dalam tubuh kita beristirahat saat kita beristirahat. Bukankah itu sebuah kenikmatan? Sehingga saat bangun tidur, setidaknya tubuh terasa sedikit segar. Apakah kekawan pernah merasakan itu?

Balik lagi ke BEC. Ceritanya hari ini aku akan nulis tentang hikmah yang aku dapatkan ketika masuk BEC.
Sepeti yang kawan-kawan ketahui tentang perubahan yang terjadi pada gedung dan bisnis BEC (bagi kekawan yang udah ke BEC lagi yaa... J ), maka tempat parkir pun diubah. Yang dulu hanya satu lantai ke bawah, sekarang mungkin berlantai-lantai (pake kata ‘mungkin’ karena aku parkir di lantai B2). Pas masuk sih gak apa-apa, gak ada masalah yang aku rasakan. Hanya saja aku seram mendengar suara mesin yang bergemuruh di tempat parkir itu. Termasuk tempat parkir bawah lantai yang lain yang ada suara gemuruh mesin. Berasa di film menegangkan macam di film Titanic yang sesi kapalnya mulai bermasalah, hahahaaa... efek imajinasi berlebih ini mah... Hmm... masih mending disuruh melawan hujan deras, petir dan kilat yang menyambar-nyambar deh..

Baiklah, kembali ke BEC! Banyak iklan banget sih, yah?!!

Sesuatu yang berbeda yang mulai aku rasakan adalah ketika akan keluar dari parkiran. Saat masuk parkiran kondisi di B2 masih mending karena gak banyak motor yang lewat. Tapi pas akan keluar dari parkiran, kondisi B2 penuh motor yang mau masuk dan keluar. Yang mau masuk harus ngantri panjang, yang keluar huga harus ngantri panjang. Ada jalur yang posisinya berbelok dan itu membuat jalur yang masuk memotong jalur yang akan keluar. Yang akan keluar juga kalau tidak berbaris dengan rapi bisa memotong jalur yang mau masuk. Karena harus ngantri, aku harus sedikit agak lama di B2.

Untuk semenit dua menit pertama, it’s ok, aku rapopo. Tapi beberapa menit kemudian mulai terasa panas, nafas gak bisa lancar, pusing juga dengan suara gemuruh mesin. Yang paling bikin menyiksa adalah sudah bernafas dengan lancar. Ada sedikit sesak dan nafas yang pendek yang terasa. Karena tak bisa berbuat banyak hal, orang lain juga kemungkinan merasakan hal yang sama, so jalan keluar yang bisa aku lakukan saat itu adalah bersabar untuk mengantri keluar.

Pas keluar dari parkiran,,, oooooohhh,,,, berasa baru dapat udara. Sesak nafas, kondisi panas, telah berubah jadi udara yang segar dan nafas yang lega.   

Keluar dari parkiran satu hal yang terpikirkan: oksigen itu benar-benar penting!!!

Okelah memang selama ini tahu bahwa bernafas membutuhkan oksigen. Oksigen juga dibutuhkan untuk pembakaran. Tapi,,, sadar akan pentingnya oksigen baru kali ini. Tanpa oksigen, betapa sulitnya benafas. Meski berniat menarik nafas yang panjang, tapi tetap saja gak bisa. Meskipun aku tak tahu seberapa penting oksigen bagi sel-sel yang ada di paru-paru, tapi aku tahu dan merasakan betapa pentingnya oksigen untuk bisa benafas dengan lega.

Hal yang lebih mencengangkan adalah.... manusia bisa menghirup oksigen yang ada di alam ini dengan BEBAS. GRATIS. Bayangkan kalau manusia harus membayar oksigen yang ada di alam, berapa banyak uang yang harus dibayarkan?  #silahkan hitung sendiri, yaa...

Lebih hebat lagi, OKSIGEN DI ALAM TIDAK BISA DIPRIVATISASI!!! Minyak bumi, air, mineral, atau apapun yang ada di dalam perut bumi bisa aja di privatisasi oleh segelintir pengusaha. Tapi oksigen di alam... no way! Sepertinya belum ada cara yang bisa digunakan untuk memprivatisasi oksigen.

Pelajaran yang lebih besar lagi:
saking besarnya kasih sayang Allah pada manusia, Allah berikan kebutuhan pokok manusia (oksigen) yang tidak akan habis (kecuali karena kerusakan ekosistem lingkungan) dan tidak bisa dimiliki oleh orang perorang. Oksigen ini juga penting untuk hewan dan tumbuhan. Tapi, hewan dan tumbuhan ini tetap saja Allah ciptakan untuk manusia.  

Bayangkan kalau oksigen bisa dikendalikan penggunaannya oleh segelintir orang seperti halnya emas, mineral dan kandungan bumi lainnya!
Bayangkan kalau manusia harus membayar oksigen yang ada di alam pada piha-pihak tertentu!
Bayangkan kalau oksigen di alam bisa dimasukkan ke dalam tabung-tabung seperti yang ada di rumah sakit atau di pabrik oksigen!
Bayangkan kalau di alam ini tidak ada oksigen yang bisa manusia hirup dengan leluasa!
Mau jadi apa kita????

Maka benar apa kata Allah: Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan bisa menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang (QS. An-Nahl:18).
So, masihkah mencari sosok yang baik, perhatian dan penuh kasih sayang melebihi apa yang Allah Berikan???
Masihka diri ini sulit untuk sujud dan berbakti pada Allah???
*****
Robbana, masukanlah kami pada golongan orang-orang yang berbakti kepada-Mu hingga akhri hayat kami. Amin..

Bandung, 05 Februari 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar