Senin, 15 Februari 2016


Jika beragam ide bermunculan lalu berloncatan di dalam pikiran saat aku sedang melakukan sebuah aktivitas, aduh,,,, pusing juga jadinya. Bikin gagal fokus. Misalkan sedang kerja, lalu muncullah ide-ide baru. Maka kerja pun gak bisa fokus. Kesel juga jadinya!
Tapi yang paling bikin kesal jika mata udah di depan layar laptop, jari udah siap jadi perantara ide untuk keluar dari otak, tiba-tiba semua ide membuncah. Puuuusssshhhhh...!!!! Lalu habis semuanya. #Berasa pengen nyubit parade ide itu, datang dan pergi sesuka hatinya aja..!!!

Satu sisi kondisi tersebut aku syukuri. Setidaknya bibit-bibit ide yang mengganggu pikiran akhirnya keluar. Pikiranku jadi save kembali. Tapi di sisi lain sedih juga, hmm... (wajah cemberut). Ide bagiku saat ini adalah hal yang berharga. Pelajaran yang bisa aku ambil dari apa yang aku liat di sekitarku adalah: SESUATU bisa menjadi LEBIH BERHARGA jika memiliki nilai KREATIFITAS. Kreatifitas itu berawal dari IDE. Pisang misalnya. Yang semula harga satuan lima ratus rupiah, tapi jika jadi pisang keju harganya bisa jadi Rp 5.000. Harga pisang bisa meningkat itu karena nilai kreatifitasnya, kan??? So, ide dan kreatifitas merupakan hal yang mahal bagiku. Meskipun saat ini ide-ide itu belum jadi sesuatu yang bernilai uang, tapi dia tetap bernilai bagiku.
Well, kembali ke ide-ide yang bermunculan di otakku. Jadi, jika diuraikan, ide-ide yang muncul itu adalah.... jeng jeenggg......!!!!!

Satu, ide menjadikan instragram sebagai cuhatanku atau tulisan hikmah hasil olahan otakku. Kadang aku membutuhkan media untuk sekedar mengeluarkan isi pikiran yang sesaat. Media ini menjadi begitu urgent jika aku sedang kesal atau merasakan sesuatu yang tidak biasanya. Ngungkapin pikiran gak mungkin di FB, karen FB aku khususkan untuk motivasi teman-teman dan tulisan hikmah. Curhat di BBM, itu juga gak mungki. BBM aku gunakan untuk memotivasi teman-teman juga. #berasa jadi motivator aja deh, cyiinnn!!!!
Akhirnya, saat sedang shalat terpikirlah sebuah media yang aku butuhkan. INSTAGRAM!!!! (huuuu... tanda shalatnya gak fokus, hhiiiii....).

Dua, cara berkomunikasi dengan lawan jenis. Sering kali aku bingung, bagamimana berkomunikasi dengan lawan jenis. Saat sedang mengerjakan kerjaan di Pusda, seorang laki dan perempuan sedang ngobrol akrab di sebrang meja tempat aku kerja. Sebenarnya hal biasa sih kalau liat laki dan perempuan ngobrol, tapi rasanya melihat dua orang yang di sebrang mejaku itu berbda dengan lainnya. Bedanya adalah si perempuan berkerudung rapi, si laki terlihat berpengetahuan. Suara mereka sih samar-samar terdengar. Tapi dari suara samar-samar itu aku dapat menangkap nada akrab dari pembicaraan mereka. Sebuah ide yang muncul adalah.... bisa aja aku ngobrol dengan lawan jenis itu dengan pendekatan yang akrab. Mungkin menghargai si laki-laki, atau mendengarkan curhatan si laki-laki. Gampang, kan? Tapi kapan yah aku bisa ngobrol dengan laki-lakinya??? #curcoran jomblo, hohohoo....


--- mikir!---loading....---  Tuh, kan, kalau udah di depan NB luppa deh ide-ide itu. Hmm....---
--- setelah berusaha mengingat sambil memejamkan mata, #sok berpikir keras, akhirnya ketemu juga. Tereeeeenggg,,,,---


Tiga, hikmah-hikmah tentang apa yang aku dapatkan hari ini, aku ingin segera menuliskannya ke NB. Tapi masalahnya tadi itu aku sedang fokus mengerjakan pekerjaanku. So, sekarang saat menyempatkan menuliskan ide-ide tulisan itu, semuanya.... HILANG!!! Menyedihkan banget sih.... (manyunin bibir, kesal).

Sebenarnya aku punya kebiasaan untuk mencatat ide apapun yang tiba-tiba muncul kapanpun. Tapi masalahnya kalau sedang nulis atau sedang kerja, jika dipotong nyatet ide yang tiba-tiba muncul bisa bikin ide tulisan yang sedang dikerjakan hilang. Jika kondisi itu terjadi rasanya lebih menyebalkan lagi. Tulisan yang sedang dalam progres sih jelas-jelas sedang dalam proses atau sedang dikerjakan. Saat mengerjakannya, ide sangat dibutuhkan. Seperti halnya senjata saat sedang perang. Kalau sampai ide tulisan yang sedang dalam progres itu hilang juga, itu bikin ngenes banget. Tapi kalau ide yang muncul tiba-tiba dan bukan dalam progres penulisan itu hilang, hal itu bikin ngenes juga. Jadi dua-duanya hilang,  bikin ngenesnya jadi berlipat. Hahaa,,,, berasa jadi orang rakus.

Ide tetaplah ide. Dia berharga dan berharga. Datangnya tiba-tiba dan tanpa permisi, pergi pun tiba-tiba dan tanpa pamit. Ah,,, ide,,, kau itu seperti jaelangkung saja. Ide apapun yang tak tercatat dan menghilang dari pikiranku, semoga kau kembali lagi, Nak!


Bandung, 06 Februari 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar