Jika beragam ide bermunculan lalu berloncatan di dalam
pikiran saat aku sedang melakukan sebuah aktivitas, aduh,,,, pusing juga
jadinya. Bikin gagal fokus. Misalkan sedang kerja, lalu muncullah ide-ide baru.
Maka kerja pun gak bisa fokus. Kesel juga jadinya!
Tapi yang paling bikin kesal jika mata udah di depan layar
laptop, jari udah siap jadi perantara ide untuk keluar dari otak, tiba-tiba
semua ide membuncah. Puuuusssshhhhh...!!!! Lalu habis semuanya. #Berasa
pengen nyubit parade ide itu, datang dan pergi sesuka hatinya aja..!!!
Satu sisi kondisi tersebut aku syukuri. Setidaknya
bibit-bibit ide yang mengganggu pikiran akhirnya keluar. Pikiranku jadi save
kembali. Tapi di sisi lain sedih juga, hmm... (wajah cemberut). Ide
bagiku saat ini adalah hal yang berharga. Pelajaran yang bisa aku ambil dari
apa yang aku liat di sekitarku adalah: SESUATU bisa menjadi LEBIH BERHARGA jika
memiliki nilai KREATIFITAS. Kreatifitas itu berawal dari IDE. Pisang misalnya.
Yang semula harga satuan lima ratus rupiah, tapi jika jadi pisang keju harganya
bisa jadi Rp 5.000. Harga pisang bisa meningkat itu karena nilai
kreatifitasnya, kan??? So, ide dan kreatifitas merupakan hal yang mahal bagiku.
Meskipun saat ini ide-ide itu belum jadi sesuatu yang bernilai uang, tapi dia
tetap bernilai bagiku.
Well, kembali ke ide-ide yang bermunculan di otakku. Jadi, jika
diuraikan, ide-ide yang muncul itu adalah.... jeng jeenggg......!!!!!
Satu, ide menjadikan instragram sebagai cuhatanku atau tulisan
hikmah hasil olahan otakku. Kadang aku membutuhkan media untuk sekedar
mengeluarkan isi pikiran yang sesaat. Media ini menjadi begitu urgent
jika aku sedang kesal atau merasakan sesuatu yang tidak biasanya. Ngungkapin
pikiran gak mungkin di FB, karen FB aku khususkan untuk motivasi teman-teman
dan tulisan hikmah. Curhat di BBM, itu juga gak mungki. BBM aku gunakan untuk
memotivasi teman-teman juga. #berasa jadi motivator aja deh, cyiinnn!!!!
Akhirnya, saat sedang shalat terpikirlah sebuah media yang
aku butuhkan. INSTAGRAM!!!! (huuuu... tanda shalatnya gak fokus, hhiiiii....).
Dua, cara berkomunikasi dengan lawan jenis. Sering kali aku
bingung, bagamimana berkomunikasi dengan lawan jenis. Saat sedang mengerjakan kerjaan
di Pusda, seorang laki dan perempuan sedang ngobrol akrab di sebrang meja
tempat aku kerja. Sebenarnya hal biasa sih kalau liat laki dan perempuan
ngobrol, tapi rasanya melihat dua orang yang di sebrang mejaku itu berbda
dengan lainnya. Bedanya adalah si perempuan berkerudung rapi, si laki terlihat
berpengetahuan. Suara mereka sih samar-samar terdengar. Tapi dari suara
samar-samar itu aku dapat menangkap nada akrab dari pembicaraan mereka. Sebuah
ide yang muncul adalah.... bisa aja aku ngobrol dengan lawan jenis itu dengan
pendekatan yang akrab. Mungkin menghargai si laki-laki, atau mendengarkan
curhatan si laki-laki. Gampang, kan? Tapi kapan yah aku bisa ngobrol dengan
laki-lakinya??? #curcoran jomblo, hohohoo....
--- mikir!---loading....--- Tuh, kan, kalau udah di depan NB luppa deh
ide-ide itu. Hmm....---
--- setelah berusaha mengingat sambil memejamkan mata, #sok
berpikir keras, akhirnya ketemu juga. Tereeeeenggg,,,,---
Tiga, hikmah-hikmah tentang apa yang aku dapatkan hari ini, aku
ingin segera menuliskannya ke NB. Tapi masalahnya tadi itu aku sedang fokus
mengerjakan pekerjaanku. So, sekarang saat menyempatkan menuliskan ide-ide
tulisan itu, semuanya.... HILANG!!! Menyedihkan banget sih.... (manyunin
bibir, kesal).
Sebenarnya aku punya kebiasaan untuk mencatat ide apapun yang
tiba-tiba muncul kapanpun. Tapi masalahnya kalau sedang nulis atau sedang
kerja, jika dipotong nyatet ide yang tiba-tiba muncul bisa bikin ide tulisan
yang sedang dikerjakan hilang. Jika kondisi itu terjadi rasanya lebih
menyebalkan lagi. Tulisan yang sedang dalam progres sih jelas-jelas
sedang dalam proses atau sedang dikerjakan. Saat mengerjakannya, ide sangat
dibutuhkan. Seperti halnya senjata saat sedang perang. Kalau sampai ide tulisan
yang sedang dalam progres itu hilang juga, itu bikin ngenes banget. Tapi
kalau ide yang muncul tiba-tiba dan bukan dalam progres penulisan itu hilang, hal
itu bikin ngenes juga. Jadi dua-duanya hilang, bikin ngenesnya jadi berlipat.
Hahaa,,,, berasa jadi orang rakus.
Ide tetaplah ide. Dia berharga dan berharga. Datangnya
tiba-tiba dan tanpa permisi, pergi pun tiba-tiba dan tanpa pamit. Ah,,, ide,,,
kau itu seperti jaelangkung saja. Ide apapun yang tak tercatat dan menghilang
dari pikiranku, semoga kau kembali lagi, Nak!
Bandung, 06 Februari 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar