Selamat datang di dunia baru. Dunia yang
penuh dengan tuntutan pekerjaan dan evaluasi.
Selamat datang di pengalaman baru. Pengalaman
yang bisa melatih diri untuk lebih sabar atau tidak sabar. Pengalaman yang bisa
membuat diri bersikap bijak atau tetap menjadi anak-anak yang sering merengek
saat keinginannya tidak terpenuhi.
Selamat datang di kantor baru dengan bos baru
yang sungguh sangat berbeda dengan bos yang sebelumnya.
Selamat datang...
***
Senangnya hari ini masih bisa melihat
matahari. Satu kesempatan hidup yang masih diberikan oleh Allah. Senangnya hari
pagi ini masih bisa menggunakan pakaian yang aku sukai. Dengan cardigan hitam
dan rok lebar yang terlihat casual. Senangnya saat aku berdiri di depan cermin.
Menatap sosok diri dari atas sampai ke bawah. Melihat keindahan-keindahan yang
telah Allah berikan padaku, sambil terselip do’a, ya Allah, baguskanlah akhlakku seperti Engkau membaguskan rupaku.
Senangnya
melihat perubahan yang terjadi hari ini. Perubahan hari, perubahan waktu,
perubahan musim, perubahan cuaca. Segala perubahan ini bisa aku lihat dan aku
rasakan berkat kemurahan Allah yang masih memberiku kesempatan hidup, bukan
begitu???
Rasa
senang juga terasa saat sebuah perubahan sedang menggelinding menghampiriku. Yaa...
beragam tugas telah menanti di depan mata. Satu persatu target berdatangan. Setiap
jam menjadi begitu berarti, setiap detik terasa menjadi perisai yang siap
mencelakakan diri kapanpun dan dimana pun. Sebuah kekhawatiran kadang muncul,
menakuti pikiran agar tidak terlalu serius dalam menajalankan pekerjaan, karena
keseriusan seringkali memberikan efek pusing pada kepala. Heuu... sekarang ini,
bisakah kekhawatiran itu diterima dan dibenarkan???
Sepertinya,
pohon dan rerumputan di halaman rumah tak lagi akan sering-sering aku sapa. Lampu
dan dinding di dalam rumah tak lagi bisa bermain dengan pikiranku. Halaman belakang
rumah, bagaimana aku akan main lagi di sana kalau waktu ku akan kuhabiskan
berkeliling di luar rumah???
Ahh,,,
tapi aku tetap tidak ingin kehilangan senyum termanisku (lebayON).. dan pikiran
imajinerku. Bagaimanapun keadaanku, aku akan tetap menjadi imajiner dan
menghayal beragam peristiwa. Otak kiri tak boleh lebih dominan dari otak kanan.
Bagaimana pun,aku tetap cinta seni, kreativitas, keindahan dan khayalan,
hahaa....
Let’s keep smile...
apapun yang terjadi imajier harus tetap imajiner. Bagaimana pun keadaannya,
mengkhayal harus tetap mengkhayal, karena dari sanalah mimpi-mimpi akan
bermunculan dan memberikan semangat untuk bisa mewujudkannya..
Bandung, 27 April 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar