Selasa, 21 April 2015

Untukmu, Si Masa Lalu



Bersua lagi dengan sang masa lalu. Membangun cerita lagi yang entah akan jadi seperti apa akhir cerita ini. Kau, masa lalu.. sebatas masa yang ada di belakangku.

Untuk kau, masa lalu yang tak berwujud lagi..
Bagaimana bisa aku mencintaimu?
Bahkan untuk mencintaimu sebatas dalam hati saja, sepertinya aku tak bisa. Walau sebatas cinta dalam hati, tapi rasa itu bisa meluluhkan rasa cinta pada Allah, rasul dan saudara-saudara di sekeliling diri. Karena cinta dalam hati itu, amarah begitu gampang terpancing, kendali emosi melemah dan kerjaan dari orang tua pun mulai terbengkalai. Fokus pikiran bukan lagi pada kerjaan dari orang tua, tapi lebih pada kamu. Yaa, walaupun sebatas calam hati, tapi efeknya sungguh merusak hubungan diri dengan orang tua dan saudara-saudara di sekelilingku.
Bagaimana aku bisa menyimpan perasaan padamu jika perasaan yang hanya pada satu orang itu dapat merusak rasa yang telah terbina selama kurang lebih 7 tahun? Lalu, aku harus melepasnya? Kenapa ada rasa berat kala aku mau melepasnya? Inikah yang namanya tipu daya syetan?
Padahal rasa dalam hati itu telah merugikanku, sampai kepala pusing kembali ku rasakan hanya karena aku berpikir kasihan pada kamu dan merasakan pula beratnya menjalani kondisi seperti sekarang ini. Kondisi sekarang yang tiba-tiba saja aku datang menawarkan do’a tentang keluarga bersamamu, tapi tiba-tiba juga mundur karena orang tua menyuruhku mundur.
Maaf, jika sebatas dalam hati dan pada bayangmu saja, aku tak bisa memberikan cintaku..

Maret 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar