Bersua lagi dengan sang masa lalu. Membangun cerita
lagi yang entah akan jadi seperti apa akhir cerita ini. Kau, masa lalu..
sebatas masa yang ada di belakangku.
Untuk kau, masa lalu yang tak
berwujud lagi..
Bagaimana bisa aku mencintaimu?
Bahkan untuk mencintaimu sebatas
dalam hati saja, sepertinya aku tak bisa. Walau sebatas cinta dalam hati, tapi
rasa itu bisa meluluhkan rasa cinta pada Allah, rasul dan saudara-saudara di sekeliling diri. Karena
cinta dalam hati itu, amarah begitu gampang terpancing, kendali emosi melemah
dan kerjaan dari orang tua pun mulai terbengkalai. Fokus pikiran bukan lagi
pada kerjaan dari orang tua, tapi lebih pada kamu. Yaa, walaupun sebatas calam
hati, tapi efeknya sungguh merusak hubungan diri dengan orang tua dan
saudara-saudara di sekelilingku.
Bagaimana aku bisa menyimpan
perasaan padamu jika perasaan yang hanya pada satu orang itu dapat merusak rasa
yang telah terbina selama kurang lebih 7 tahun? Lalu, aku harus melepasnya?
Kenapa ada rasa berat kala aku mau melepasnya? Inikah yang namanya tipu daya
syetan?
Padahal rasa dalam hati itu telah
merugikanku, sampai kepala pusing kembali ku rasakan hanya karena aku berpikir
kasihan pada kamu dan merasakan pula beratnya menjalani kondisi seperti
sekarang ini. Kondisi sekarang yang tiba-tiba saja aku datang menawarkan do’a
tentang keluarga bersamamu, tapi tiba-tiba juga mundur karena orang tua
menyuruhku mundur.
Maaf, jika sebatas dalam hati dan
pada bayangmu saja, aku tak bisa memberikan cintaku..
Maret 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar