Wirausaha.
Founding sebuah komunitas menulis. Penulis terkenal dan berpengaruh. Hanya ini mini
cita-citaku. Cita-cita terbesar? Hidup bersama orang-orang yang menjalankan
pengabdian ilahi dan istiqomah hingga meninggal.
This about
mini cita-cita. Woowww,,,, jualan kue baru dua hari saja sudah mulai merasa
capek. Bangun tidur jam 4 langsung mandi. Prepare,
go belanja, nongkrongin meja jualan hingga jam 10. Malam harinya, pulang jam 22.00 belum lagi mau
nulis, mau baca, nyetrika baju buat besoknya. Tidur jam 24.00-an. Jam 4 bangun lagi.
Bahkan besok rencananya prepare dari
jam 3. Dua hari bangun jam 4 kesiangan terus nongkrong/jualannya. Meubel? Yang
satu itu belum terurus lagi. Wadauuu,,, otak merasa udah overload. Padahal belum
diisi apa-apa. Oemjiii, no thank!
Kepala
seperti sudah menguap oleh bahan-bahan yang harus dipikirkan. Padahal cita-citaku
menjadi orang sukses bukan dalam satu hal saja, melainkan dalam banyak hal. Dan
ketiga mini cita-cita ini targetnya harus sukses semua. Seorang wirausaha yang
memiliki penghasilan besar. Komunitas menulis yang dirintis berhasil
menghasilkan panulis-penulis hebat. Juga menjadi penulis yang terkenal dan
berpengaruh. Cita-citanya semua itu terlaksana. Tapi, baru prepare buat langkah besar saja sudah gampang lelah. Hmm,,,,
Rasanya
mau nyerah saja, lalu kembali ke dunia kerja. Tapi dan tetapi,,, di masa depan
nanti, aku gak mau menggunakan predikat karyawan. Di masa depan nanti, aku
ingin menggunakan predikat wirausahawan. Huufftt... merasakan lelah, susah,
berarti sedikitnya telah meleburkan diri pada hal yang dijalani. Keuntungan 10.000/hari
bila menggunakan perhitungan logika, hanya mendapat 70.000 perminggu. Sedangkan
kemarin-kemarin pengeluaran aku hampir mencapai 200.000/minggu. Bisakah hidup
dengan keuntungan 10.000/hari?
Tapi,
tak ada yang tak mungkin bagi Allah. Bukankah penghasilan 10.000/hari hanyalah
perhitungan logika? Sedangkan perhitungan Allah jauh melebihi perhitungan
logika. Seperti hari ini, perhitunganku akan mendapatkan rugi karena kue yang
dititip di kantor temaku katanya masih sisa banyak. Tapi ternyata, temanku mau
membayari kue-kue sisa tersebut. Maka soal rizki dan cita-cita biarlah Allah
yang mengurus. Biarkan itu menjadi urusan Allah semata. Diri kerjanya berusaha
dan tetap dalam jalan bakti pada ilahi. Satu bulan. Nopember ini diagendakan
untuk percobaan jualan kue. Bagaimana hasil akhirnya nanti? Apakah kembali ke
kursi karyawan atau melanjutkan perahu wirausaha, berlayar di lautan yang tak
pernah memberi tahukan sedikit pun akan peristiwa apa di depan nanti?
Yaa...
bagaimanapun perasaan dan keluhan soal jual kue ini, bertahanlah untuk satu
bulan ini. Nggak, nggak satu bulan. Perhitungan sisa waktu 18 hari lagi. Dikurangi
(2x3). 12. Yap, 12 hari lagi. Karena rencana
jualan hanya senin sampai jum’at.
Okeh,,,
bertahanlah Irma!!!! BERTAHAN!!!!