Rabu, 12 November 2014

Keluh di langkah 1



Wirausaha. Founding sebuah komunitas menulis. Penulis terkenal dan berpengaruh. Hanya ini mini cita-citaku. Cita-cita terbesar? Hidup bersama orang-orang yang menjalankan pengabdian ilahi dan istiqomah hingga meninggal.

This about mini cita-cita. Woowww,,,, jualan kue baru dua hari saja sudah mulai merasa capek. Bangun tidur jam 4 langsung mandi. Prepare, go belanja, nongkrongin meja jualan hingga jam 10.  Malam harinya, pulang jam 22.00 belum lagi mau nulis, mau baca, nyetrika baju buat besoknya. Tidur jam 24.00-an. Jam 4 bangun lagi. Bahkan besok rencananya prepare dari jam 3. Dua hari bangun jam 4 kesiangan terus nongkrong/jualannya. Meubel? Yang satu itu belum terurus lagi. Wadauuu,,, otak merasa udah overload. Padahal belum diisi apa-apa. Oemjiii, no thank!

Kepala seperti sudah menguap oleh bahan-bahan yang harus dipikirkan. Padahal cita-citaku menjadi orang sukses bukan dalam satu hal saja, melainkan dalam banyak hal. Dan ketiga mini cita-cita ini targetnya harus sukses semua. Seorang wirausaha yang memiliki penghasilan besar. Komunitas menulis yang dirintis berhasil menghasilkan panulis-penulis hebat. Juga menjadi penulis yang terkenal dan berpengaruh. Cita-citanya semua itu terlaksana. Tapi, baru prepare buat langkah besar saja sudah gampang lelah. Hmm,,,,

Rasanya mau nyerah saja, lalu kembali ke dunia kerja. Tapi dan tetapi,,, di masa depan nanti, aku gak mau menggunakan predikat karyawan. Di masa depan nanti, aku ingin menggunakan predikat wirausahawan. Huufftt... merasakan lelah, susah, berarti sedikitnya telah meleburkan diri pada hal yang dijalani. Keuntungan 10.000/hari bila menggunakan perhitungan logika, hanya mendapat 70.000 perminggu. Sedangkan kemarin-kemarin pengeluaran aku hampir mencapai 200.000/minggu. Bisakah hidup dengan keuntungan 10.000/hari?

Tapi, tak ada yang tak mungkin bagi Allah. Bukankah penghasilan 10.000/hari hanyalah perhitungan logika? Sedangkan perhitungan Allah jauh melebihi perhitungan logika. Seperti hari ini, perhitunganku akan mendapatkan rugi karena kue yang dititip di kantor temaku katanya masih sisa banyak. Tapi ternyata, temanku mau membayari kue-kue sisa tersebut. Maka soal rizki dan cita-cita biarlah Allah yang mengurus. Biarkan itu menjadi urusan Allah semata. Diri kerjanya berusaha dan tetap dalam jalan bakti pada ilahi. Satu bulan. Nopember ini diagendakan untuk percobaan jualan kue. Bagaimana hasil akhirnya nanti? Apakah kembali ke kursi karyawan atau melanjutkan perahu wirausaha, berlayar di lautan yang tak pernah memberi tahukan sedikit pun akan peristiwa apa di depan nanti?

Yaa... bagaimanapun perasaan dan keluhan soal jual kue ini, bertahanlah untuk satu bulan ini. Nggak, nggak satu bulan. Perhitungan sisa waktu 18 hari lagi. Dikurangi (2x3).  12. Yap, 12 hari lagi. Karena rencana jualan hanya senin sampai jum’at.

Okeh,,, bertahanlah Irma!!!! BERTAHAN!!!!    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar