Kamis, 08 Januari 2015

Kejutan Desember 2014



Ehmmm,,,(tarik nafas dalam....).
Entah, episode seperti apa lagi yang akan ku alami. Cerita yang bagaimana lagi yang akan datang menghampiri hidupku. Kadang aku merasa takut. Tapi ingatan akan kepengaturan Allah selalu menjadi penghibur dan penyemangathh.

Setelah Nopember dilewati dengan jualan kue. Karena kue beberapa hari gak aku lalu ternyata rugi, maka Desember oleh status pekerja. Desember diisi oleh dua hal. Pertama aku kerja di sebuah perusahaan penerbitan dan menjadi admin. Pekerjaan ini adalah pekerjaan yang aku inginkan semenjak beres sidang S1. Kerja di penerbitan, tapi pekerjaannya ada hubungannya dengan tulisan. Mulanya jelas bahagia dan semangat, walaupun ada keraguan akan menggadaikan waktu dan tenaga untuk perusahaan. Rasanya selama ini, waktu yang digunakan untuk keperluanku lebih berharga. Waktuku terasa lebih lebih lebih berharga jika diisi oleh sesuatu yang berhubungan dengan keinginanku. Tapi, semangat karena terwujudnya cita-cita menepis segala keraguan. Dalih belajar tentang operasional perusahaan dan mencari modal untuk usaha menjadi alasan kuat untuk bekerja di sana. Tapi....

Di tempat kerja yang baru itu aku hanya mampu bertahan 2 minggu. Minggu kedua vertigoku kambuh. Karena sakit, maka 1 minggu full aku libur. Selama 1 minggu sakit, aku merenung, mau dilanjut kerja atau nggak. Yang kufahami tentan tubuhku, kambuhnya vertigo merupakan sinyal badan yang telah lelah namun dipaksakan untul terus bekerja. Seperti masa produksi gehu pedas di tahun 2013 silam. Produksi dihentikan karena vertigo dan maag yang sering kambuh. Dan,,, setelah 8 hari libur kerja dan dalam kondisi kebimbangan (libur 8 hari karena libur natal juga) akhirnya aku memutuskan untuk keluar. Ya! Desemberku adalah kejutan. Ia bercerita tentang terwujudnya keinginan tempat kerja, tapi menjadi titik balik pikiranku: aku gak mau lagi kerja di bawah telunjuk orang!

Pengalaman kerja yang hanya 2 minggu ini membuatku semakin yakin untuk berwirausaha. Waaupun harus berlelah-lelah dahulu, beririt-irit dahulu, bahkan tak jarang kekurangan sampai harus pinjam, tapi rasanya memiliki kebebasan waktu lebih berharga daripada kerja dengan gaji jutaan rupiah tapi badan semakin lemah. So, mimpi di bentuk lagi. Kembali ke wirausaha, salah satunya menuls. Agenda disusun. Agenda/manajemen menjadi hal penting demi terlaksananya berbagai kegiatan dan mengoptimalkanusaha. Do’a yang dipanjatkan semakin diperkuat. Maka bismillah,,,, Januari 2015 menjadi masa percobaan berwirausaha lagi, seperti Nopember 2014 silam. Februari? Entah,, akan ada apa di Februari nanti. Yang pasti seperti Nopember 2014, aku ingin Januari 2015 diisi lagi dengan uji coba wirausaha.
 
Bandung, 3 Januari 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar