Ehmmm,,,(tarik nafas dalam....).
Entah, episode seperti apa lagi yang akan ku
alami. Cerita yang bagaimana lagi yang akan datang menghampiri hidupku. Kadang aku
merasa takut. Tapi ingatan akan kepengaturan Allah selalu menjadi penghibur dan
penyemangathh.
Setelah Nopember dilewati dengan jualan kue. Karena
kue beberapa hari gak aku lalu ternyata rugi, maka Desember oleh status
pekerja. Desember diisi oleh dua hal. Pertama aku kerja di sebuah perusahaan
penerbitan dan menjadi admin. Pekerjaan ini adalah pekerjaan yang aku inginkan
semenjak beres sidang S1. Kerja di penerbitan, tapi pekerjaannya ada
hubungannya dengan tulisan. Mulanya jelas bahagia dan semangat, walaupun ada
keraguan akan menggadaikan waktu dan tenaga untuk perusahaan. Rasanya selama
ini, waktu yang digunakan untuk keperluanku lebih berharga. Waktuku terasa lebih
lebih lebih berharga jika diisi oleh sesuatu yang berhubungan dengan
keinginanku. Tapi, semangat karena terwujudnya cita-cita menepis segala
keraguan. Dalih belajar tentang operasional perusahaan dan mencari modal untuk
usaha menjadi alasan kuat untuk bekerja di sana. Tapi....
Di tempat kerja yang baru itu aku hanya mampu
bertahan 2 minggu. Minggu kedua vertigoku kambuh. Karena sakit, maka 1 minggu
full aku libur. Selama 1 minggu sakit, aku merenung, mau dilanjut kerja atau
nggak. Yang kufahami tentan tubuhku, kambuhnya vertigo merupakan sinyal badan
yang telah lelah namun dipaksakan untul terus bekerja. Seperti masa produksi
gehu pedas di tahun 2013 silam. Produksi dihentikan karena vertigo dan maag
yang sering kambuh. Dan,,, setelah 8 hari libur kerja dan dalam kondisi kebimbangan
(libur 8 hari karena libur natal juga) akhirnya aku memutuskan untuk keluar. Ya!
Desemberku adalah kejutan. Ia bercerita tentang terwujudnya keinginan tempat
kerja, tapi menjadi titik balik pikiranku: aku gak mau lagi kerja di bawah
telunjuk orang!
Pengalaman kerja yang hanya 2 minggu ini
membuatku semakin yakin untuk berwirausaha. Waaupun harus berlelah-lelah
dahulu, beririt-irit dahulu, bahkan tak jarang kekurangan sampai harus pinjam,
tapi rasanya memiliki kebebasan waktu lebih berharga daripada kerja dengan gaji
jutaan rupiah tapi badan semakin lemah. So, mimpi di bentuk lagi. Kembali ke
wirausaha, salah satunya menuls. Agenda disusun. Agenda/manajemen menjadi hal
penting demi terlaksananya berbagai kegiatan dan mengoptimalkanusaha. Do’a yang
dipanjatkan semakin diperkuat. Maka bismillah,,,, Januari 2015 menjadi masa
percobaan berwirausaha lagi, seperti Nopember 2014 silam. Februari? Entah,,
akan ada apa di Februari nanti. Yang pasti seperti Nopember 2014, aku ingin
Januari 2015 diisi lagi dengan uji coba wirausaha.
Bandung,
3 Januari 2015.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar