Jumat, 04 Maret 2016

Borring dan Mood-nya Menulis


Lama kelamaan, seringkali kehilangan makna dan ide untuk menulis (it’s just me!). Kadang muncul rasa bosan. Apalagi kalau tidak ada tuntutan yang mengharuskan tulisan cepat dirampungkan. Rasanya menulis itu seperti melayang-layang tanpa arahan.

Beberapa orang sudah mengatakan bahwa aku seorang penulis. Satu sisi aku merasa senang. Setidaknya cita-cita untuk jadi seorang penulis telah tercapai. Nyatanya kerjaan aku sekarag emang nulis. Nulis jurnal penelitian. Tapi di sisi lain merasa malu juga, sebab belum punya karya yang bisa dinikmatin oleh orang lain. Baru sebatas FB dan blog yang masih belum konsisten mengisinya.
Katakan saja tahun kemarin aku pernah punya progresan bikin novel. Tapi sampai sekarang pun belum rampung. Ada satu hal penting yang aku belum lakukan mengenai pembuatan novel, mengenal latar novel dengan detail serta tokoh dalam novel. Ah,,, perlu waktu untuk bisa mengenali benar-benar kedua faktor ini. (Ilmu baru nih buat bikin novel: kenali dengan detail latar dan tokoh!).
Kerjaan dari kantor memang tidak setiap hari ada. Kadang seminggu itu satu atau dua naskah saja. Ada masa-masa luang yang bisa saja aku gunakan untuk menggarap novelku ini. Tapi nyatanya sekarang aku malah punya niatan bikin buku yang baru. Buku tentang  keistimewaan salah satu bulan yang ada di tahun hijriah. Target beres bulan Juli, sebab bulan Juli harapannya udah diserahin ke penerbit untuk bisa digunakan di bulan Oktober. Ini buku non-fiksi. Bagaimana kabarnya, entahlah! Setidaknya orang tua tahu kalau aku mau menggarap buku ini. Harusnya untuk mengurangi rasa malu pada orang tua, aku bisa menyelesaikan buku ini. (Harusnya!).
Waktu yang ada rasanya cukup sekali. Empat bulan dengan break down waktu: 1 bulan untuk cari data dan referensi (Maret), tiga bulan berikutnya untuk nyusun buku. Cukup lah yaa,,, dengan intensitas kerjaan dari kantor yang tidak terlalu padat. Atau harus berusaha sungguh-sungguh untuk membereskan buku ini.
Niatan aku bikin buku yang sekarang ini hanya ingin menjadi manusia yang punya karya. Aku tak ingin hidup yang sekedarnya saja. Aku ingin hidup aku bisa menghasilkan sebuah karya, walaupun kecil, walaupun tak bernilai jual, selain skripsi, aku ingin menghasilkan sebuah karya. Jika aku sudah kembali menghadap Allah, setidakanya ada sesuatu yang aku banggakan. Juga pada orang tua. Meskipun aku temasuk orang yang lambat dari sisi motorik/gerak, aku tetap ingin menghasilkan sebuah karya. Mau diapakan hasil karya ku kelak, ahh,,, entahlah, itu terserah Allah. Mau dibikin bernilai jual atau pun tidak, terserah. Yang pasti aku ingin bisa menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat bagi orang banyak.

STOP  membicarakan angan!!

Buku yang mau aku bikin sekarang sebut saja klunya “Dzul”. Bahasannya tentang cinta dan pengorbanan. *Uhuuyyy....
Kayaknya gak sia-sia aku punya pengalaman pacaran di masa remaja. Setidaknya aku mengerti bagaimana sikap dan pikiran seorang yang punya kekasih. Meskipun sudah lama pensiun pacaran, tapi buku harian masa remaja benar-benar bermanfaat sekali.
Dulu, suatu hari aku pernah berpikir, buku harianku yang sekardus, yang ditulis dari mulai SMP sampai kuliah, suatu hari pasti berguna. Saat itu aku belum merasakan manfaat langsung dari buku harianku. Tapi sekarang, nyatanya buku harianku amat bermanfaat. Bahkan mungkin suatu hari nanti aku akan membuat cerita dari buku harianku itu. (So hope... ).
Kalau mengingat kebiasaan nulis buku harian dari mulai SMP sampai sekarang punya hobi nulis, sepertinya aku memang tercipta untuk jadi seorang penulis (*ehemm...). Kalau penulis saja sih udah kesampaian. Buktinya kerjaan aku nulis jurnal dan punya kebiasaan nulis. Tapi kalau jadi penulis yang menghasilkan karya dan menebar manfaat mah emang belum. Dan sepertinya tujuan itu harus mulai dimulai dari sekarang.

Well,,, semangat nulis udah muncul lagi. Padahal waktu bikin tulisan ini aku sedang bingung, apa yang akan aku tuliskan. Tapi sepertinya sekarang udah mulai gak bingung lagi. Semangat untuk nulis kembali muncul!!
Hahaa... konyolnya diriku yang kebingungan mau nulis apa. Padahal di layar NB udah ada sticky note yang berisi apa aja yang harus aku tuliskan. Haa.. konyol bener. Padahal ada lima pesanan cepen yang belum dibikin dari bulan februari kemarin. Ada rencana bikin cerpen untuk dikirim ke media. Ada satu artikel yang harus aku bikin untuk bahan hafalan adikku untuk tes masuk ke sebuah sekolah bulan April depan. Kok masiiiiih sempet kebingungan malam ini mau nulis apa.
Atau mungkin pikiran bingung itu sebagai salah satu gambaran bahwa aku pemalas? Haaa... cerdas tapi pemalas. Apa gunanya?
(Cerdas tapi pemalas adalah penilaian seorang teman terhadapku. Bukan aku sendiri yang ngaku-ngaku yaa....).
Dan nyatanyaa... aku emang pemalas, heuuu... :( 

“Setiap penulis yang baik tahu bagaimana menciptakan sendiri kondisi atau mood yang tepat untuk menulis” (Penerbit Diva Press).

Kalimat itu memang sangat sangat sangat benar adanya. Malam ini aku harus menciptakan mood menulis dengan membuat tulisan yang gak tentu arah ini. Tapi setidaknya dari tulisan yang tak tentu arah ini, aku mendapatkan pengalaman langsung mengenai kalimat yang dibikin oleh admin Penerbit Diva Press yang diposting di FB itu. Hoooopeeeee.... semoga suatu hari kelak aku bisa menghasilkan banyak buku yang bermanfaat bagi masyarakat. Amin...

Bandung, 04 Maret 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar